Latest Movie :
Recent Movies

Turbo

Sumber Film : HD
Rilis : 16 Juli 2013
Genre : Animation | Comedy | Adventure
Pengisi Suara : Ryan Reynolds, Paul Giamatti, Maya Rudolph


Siput identik dengan kata lambat. Namun siput kebun ambisius bernama Theo (Ryan Reynolds) berusaha melawan mother nature tanpa mengindahkan nasihat saudaranya, Chet (Paul Giamatti), hingga terus menerima olok-olokan dari teman sesama siput yang 'sadar diri'.
Suatu hari terjadilah insiden yang membuat mata Theo terbuka lebar; bahwa seekor siput tak akan bisa mengalahkan kecepatan sebuah mobil balap, bahkan menjadi pembalap hebat seperti idolanya, Guy Gagne (Bill Hader). Namun, di saat-saat tergalau dalam hidupnya itulah kecelakaan membuat Theo bertransformasi menjadi siput tercepat ketika tanpa sengaja terinfeksi cairan NOS (Nitrous Oxide System).
Kekuatan baru tersebut membuat Theo menjadi gesit layaknya mobil. Mengandalkan bantuan penjual naco bernama Tito (Michael Pena), dengan mengubah nama menjadi Turbo, Theo mengikuti balap Indy 500 di Indianapolis untuk mewujudkan mimpi yang tak mungkin. Bisakah Turbo adu cepat dengan mobil-mobil dalam sirkuit yang menguarkan persaingan panas?
TURBO adalah film baru DreamWorks Animation arahan sutradara David Soren. Berdasar naskah olahan David sendiri bersama kedua rekannya, Darren Lemke dan Robert D Siegel, film ini mencoba membuat kisah from zero to hero dengan premis yang cukup unik.
Dengan resep generik plus pesan moral yang terkandung di dalamnya, TURBO tetap akan menarik minat penonton muda untuk mengisi liburan mereka. Sedang bagi penonton dewasa, cukup pas sebenarnya, asal tidak memasang ekspetasi terlalu tinggi.
Download Film Versi Ponsel
(140Mb) --> Server (Tusfiles)
Subtitle Indonesia

Despicable Me 2

Sumber Film : Bluray
Rilis : 3 Juli 2013
Genre : Animation | Comedy | Crime
Pengisi Suara : Steve Carell, Kristen Wiig, Benjamin Bratt

Siapa yang menyangka bila proyek Universal Pictures setelah melepas DreamWorks bertajuk DESPICABLE ME (2010) sukses merengkuh pasar internasional. Tak heran bila kemudian bersama anak perusahaannya di divisi animasi, Illumination Entertainment, segera merancang sekuelnya. Tidak hanya sampai di situ, mereka juga bersiap melepas spin-off bertajuk MINIONS yang rencananya bakal rilis tahun depan.
Kini, mari kita bahas sekuel DESPICABLE ME yang masih ditangani oleh Pierre Coffin dan Chris Renaud. Yang mana keduanya juga mengisi suara Minion. Masih menghadirkan Gru (Steve Carell) dan tentu saja ribuan Minion kuning unyu yang kali ini menjadi jualan utama.
Sebagai mantan villain, Gru terlibat dalam Liga Anti Kejahatan untuk menangkap dalang di balik hilangnya laboratorium berisi serum berbahaya. Tak sendirian, Gru ditemani oleh agen bernama Lucy Wilde (Kristen Wiig) yang secara terbuka menyimpan rasa pada pria dengan tiga anak adopsi (Margo, Edith dan Agnes) tersebut.
Pada film pertama naskah olahan Cinco Paul dan Ken Daurio begitu kuat. Emosi yang dijalin sangat apik sehingga karakternya membekas. Sayang, pada sekuelnya kali ini (seperti kebiasaan Hollywood) cenderung dibuat untuk mengeruk penonton sebanyak-banyaknya. Karena cukup jelas, akhir dari film pertama tak perlu dilanjutkan lagi.
DESPICABLE ME 2 lebih berkonsentrasi pada Minion-Minion dengan bentuk dan suara yang unyu. Kehadiran mereka mendistraksi hampir di setiap scene karena memang sudah diset sedemikian rupa.
Tak bisa disalahkan juga karena terbukti kehadiran Minion itu benar-benar menjadi magnet utama. So don't be sad bila masalah lain hinggap pada cerita yang lemah. Tidak ada jalinan emosi kuat yang disampaikan pada penonton meski porsi karakter dalam predesesornya tetap terjaga (terutama si kecil Agnes yang disuarakan Elsie Fisher).
Maka, nikmati saja ulah Minion yang dijamin bakal membuatmu tertawa terpingkal-pingkal. Terlebih treatment 3D benar-benar bisa dinikmati (tidak seperti beberapa film sebelumnya).
Download Film
(157Mb) --> Server (Tusfiles)
Subtitle Indonesia

Monsters University

Sumber Film : Bluray
Rilis : 21 Juni 2013
Genre : Animation | Adventure | Comedy
Pengisi Suara : Billy Crystal, John Goodman, Steve Buscemi

Dua belas tahun telah berlalu pasca kesuksesan MONSTERS, INC. baik dari segi kritik maupun pendapatan worldwide. Kini muncul prekuelnya bertajuk MONSTERS UNIVERSITY yang dibidani oleh Don Scanlon.
Bersetting di sebuah universitas monster yang dipimpin oleh Handscrabble (Helen Mirren), terdapat persaingan antara Mike Wazowski (Billy Crystal) dengan James P Sullivan (John Goodman) yang lebih senang dipanggil Sulley. Namun semua berubah saat keduanya bersatu dalam acara tahunan yang paling ditunggu-tunggu.
Memanfaatkan kekurangan masing-masing, monster hijau yang cenderung unyu dan monster biru dengan bintik-bintik pink di tubuhnya ini bersatu menjadi yang terbaik bersama Squishy, Terri, Terri, Don dan Art. Berhasilkah mereka menjadi pemenang dalam acara tersebut?
Hampir tak pernah berpikir bahwa Pixar dan Disney akan membuat sekuel dari animasi sukses satu ini. Karena terdapat kecenderungan bila sebuah sekuel takkan bisa menyamai predesesornya. Bahkan ketika ide tersebut berkembang menjadi sebuah prekuel, semua masih terasa samar.
Namun tanpa disangka MONSTERS UNIVERSITY benar-benar tampil menawan. Meski berada satu level di bawah film sebelumnya, karakter Mike dan Sulley sangat berkembang dan menarik simpati.
Banyak momen-momen seru, lucu dan mengaduk emosi yang disajikan Robert L Baird, Daniel Gerson dan Dan Scanlon dalam balutan naskahnya. Tak lupa juga sempalan pesan moral yang pas untuk penonton muda.
MONSTERS UNIVERSITY adalah animasi yang sangat cocok ditonton bersama keluarga untuk memanfaatkan liburan sekolah
Download Film
(151Mb) --> Server (Tusfiles)
Subtitle Indonesia

Man of Steel

Sumber Film : Bluray
Rilis : 14 Juni 2013 (Indonesia)
Genre : Action | Adventure | Fantasy | Sci Fi
Pemeran : Henry Cavill, Amy Adams, Michael Shannon

MAN OF STEEL, film besutan Zack Snyder kali ini bertutur tentang kegalauan Clark Kent/Kal-El (Henry Cavill) akan jati dirinya; apakah dia anak terakhir dari bangsa Krypton atau anak adopsi pasangan Kent, petani Smallville, Texas. Atau malah, bisakah dia memiliki identitas keduanya? Yang jelas dalam film ini, dia digambarkan sebagai imigran gelap dari planet lain yang telah kiamat sekaligus orang paling kesepian di atas bumi. Walau bukan manusia bumi, namun dia memiliki hati yang lebih mulia.
Semua materi Superman dalam MAN OF STEEL nyaris sempurna. Dari tata letak pengambilan gambar, akting, ensemble cast-nya, seragam Superman, sampai soundtrack, sungguh luar biasa. Pakem cerita Superman klasik masih terlihat namun filmmaker seperti tidak mau bertutur dengan cara itu lagi. Tak ada Superman yang terbang ke sana kemari menolong orang tertimpa bencana.
Penceritaan ulang pencarian jati diri Clark Kent sangat jauh dari pakem utama mitologi yang cenderung berwarna ceria. Pada MAN OF STEEL, Kal El/Clark Kent digambarkan sebagai manusia galau yang hidup tak tentu arah. Narasi cerita di ambil dari sudut pandang 2 ayah Clark.
Apabila Jor El (Russell Crowe) menginginkan anaknya untuk tampil dan memimpin dunia. Beda dengan Jonathan (Kevin Costner) yang menginginkan anaknya supaya menjaga rahasia kemampuannya karena khawatir dunia akan menolak kehadiran anaknya.
Sudut pandang 2 ayah ini tak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Namun lebih menjadi ajaran Ayah kepada anaknya tentang bagaimana menjalani hidup sebagai orang yang memiliki kemampuan khusus. Hal ini mungkin akan lebih menarik apabila diteruskan menjadi pertarungan jiwa Kal El/Clark Kent untuk memilih jalan hidupnya.
Adegan aksi yang disuguhkan oleh Zack Snyder sungguh memukau. Visual kemampuan fisik Superman dan bangsa Krypton dibuat senyata mungkin, mulai dari terbang, efek pertarungan dan ledakan. Adegan-adegan itu tak pernah kita lihat di layar bioskop sebelumnya dan untuk hal ini Snyder berhasil. Namun di balik adegan aksi yang besar dan mewah itu, secara emosi terlihat datar, yang ada hanya ledakan, kecepatan bangsa Krypton bergerak, bertarung dan penghancuran dengan special effect khas Snyder. Kita tak bisa melihat bagaimana kepribadian Superman baru ini. Dari cara dia bertarung, masih tetap sama dengan dengan Superman-Superman sebelumnya.
Di luar adegan aksi, untuk urusan drama, Snyder bercerita dengan cara flash back. Hal ini perlu untuk menceritakan perjalanan Clark Kent sampai dia mengenakan baju pemberian Jor El agar sepenuhnya lepas dari pakem utama yang sudah terlalu mainstream. Akting Michael Shanon sebagai Jendral besar yang terluka harga dirinya tak diragukan lagi. Bahkan lebih menarik perhatian dibanding Kevin Costner dan Russell Crowe.
Beberapa adegan drama terasa sangat menyentuh terutama saat adegan keluarga Kent, seperti saat Martha Kent (Diana Lane) mencoba membujuk Clark kecil untuk keluar dari tempat sembunyinya atau adegan saat Jonathan melarang Clark menolongnya.
Screen time Russell Crowe sebagai Jor El tak disangka ternyata cukup banyak menjadi bagian dari cerita MAN OF STEEL itu sendiri. Berbeda dengan screen time Marlon Brando di Superman klasik yang hanya sekedar tempelan.
Amy Adams sebagai Lois Lane juga di ceritakan ulang dengan template yang lebih menarik, sebagai jurnalis jempolan sekaligus tokoh sentral yang menyelamatkan Superman dan dunia. Aktor-aktor lain seperti Laurence Fishburn yang memerankan Perry White (biasanya diperankan oleh aktor kulit putih) juga terlihat berwibawa walaupun screen time-nya sangat kurang.
Salah satu yang menentukan emosi MAN OF STEEL adalah Hanz Zimmer yang sukses mengaduk-aduk cerita dengan score musik brilian. Zimmer berhasil lepas dari bayang-bayang score musik klasik John Williams yang sudah terlanjur melekat pada sosok Superman. Berbeda dengan John William yang cenderung membawa keceriaan dan kemenangan, score musik Zimmer terdengar sebagai musik latar tentang suasana saat itu, Zimmer berhasil memberi sentuhan emosi yang mendalam.
MAN OF STEEL tidak menceritakan Superman yang dulu sebagai tokoh superhero. Tapi lebih menjadi sajian sci-fi, tentang interaksi alien dan manusia. Baju boleh superman tapi kehadiran Superman tak begitu terasa, bahkan kata-kata Superman hanya terdengar beberapa kali di film ini.
Meski begitu MAN OF STEEL terasa lebih hidup dan lebih membumi. Snyder dan David S Goyer sebagai penulis berusaha keras membumikan Superman yang terlanjur menjadi karakter superhero klasik fantasi. Tak ada kryptonite lagi dan Superman pun tak mengenakan celana dalam merah itu lagi.
 Download Film
(207Mb) --> Server (Tusfiles)

Subtitle Indonesia
Server (Tusfiles)

Dragon Ball Z: Battle of Gods

Sumber Film : Bluray
Rilis : 2013
Genre : Animation | Action | Adventure
Pengisi Suara : Masako Nozawa, Shigeru Chiba, Hiroko Emori

Seperti diketahui oleh banyak penggemar komik dan anime, Dragon Ball merupakan salah satu komik legendaris Jepang yang sangat digandrungi. Akibatnya, banyak versi cerita di luar komik yang diusung oleh orang-orang selain Akira Toriyama, sang pengarang. Beberapa film anime yang hadir sempat menyesuaikan cerita komik di dalamnya. Hingga belakangan, terdapat serial anime berjudul Dragon Ball GT yang didaulat sebagai sequel Dragon Ball versi anime.
Sayangnya, meski dianggap sebagai sequel, isi cerita didalam serial tersebut ternyata tidak sesuai dengan keinginan sang pengarang. Dan demi meluruskan kisah yang sebenarnya, Akira pun akhirnya turun tangan membuat anime terbarunya dalam sebuah format film berjudul Dragon Ball Z: Battle of Gods.
Lewat film ini, Akira Toriyama mendapat peran yang besar untuk menyusun naskah cerita, desain hingga penulisan layar. Seperti dilansir Anime News Network pada 28 Februari 2013, film ini mengambil tema The Lost Decade sebagai cerita utamanya.
Ya, "Dragon Ball Z"  menampilkan kisah 10 tahun setelah Goku berhasil mengalahkan Buu. Goku juga harus kembali menghadapi "Pertandingan Beladiri Sejagat" yang akan diselenggarakan untuk ke-28 kalinya.

Download Film
(125Mb) --> Server (Tusfiles)
Subtitle Indonesia

After Earth

Sumber Film : WEB
Rilis : 31 Mei 2013
Genre : Action | Adventure | Sci Fi
Pemeran : Jaden Smith, Will Smith, Sophie Okonedo
Jika kisah dongeng dibuka dengan frasa "Alkisah di negeri antah berantah" maka AFTER EARTH, seperti banyak film fiksi ilmiah lainnya, dibuka dengan kisah manusia di masa depan. Di masa tersebut, manusia melakukan eksodus besar-besaran dari Bumi karena bencana lingkungan maha dahsyat. Manusia harus mencari planet lain untuk ditinggali meski hal tersebut mengharuskan mereka menjelajah luar tata surya.
Sebuah planet bernama Nova Prime pun akhirnya menjadi jujugan pengungsi Bumi sebagai tempat tinggal mereka. Tahun-tahun berlalu, manusia menghadapi bahaya baru, yakni ras alien S'krell yang mencoba menguasai planet. Mereka punya senjata ampuh yakni predator ganas buta yang disebut Ursa untuk menghabisi manusia hanya dengan mendeteksi "rasa takut" mereka.
Pihak manusia mendapat titik terang saat Cypher Raige (Will Smith) mampu menekan rasa takutnya sehingga ia dengan mudah menghabisi para Ursa. Ia dengan teknik "hantu"-nya memimpin korps Ranger melawan balik dan akhirnya menang.
Cypher diangkat menjadi pemimpin korps dan mendapat penghargaan dari penduduk Nova Prime atas perjuangannya. Penduduk Nova Prime menganggapnya sebagai pahlawan, kecuali satu orang, anaknya sendiri. Kitai Raige (Jaden Smith) alih-alih bangga dengan status ayahnya, malah tertekan untuk membuktikan diri kepada ayahnya. Ia berjuang keras untuk menjadi seperti ayahnya, tapi tak kunjung berhasil. Cypher tak senang akan hal tersebut. Keduanya tenggelam dalam konflik personal.
Konflik tersebut dilihat oleh sang ibu, Faia Raige (Sophie Okonedo) sebagai hal yang perlu segera dipecahkan. Ia lantas meminta Cypher dalam misi terakhirnya sebelum pensiun untuk mengajak sang putra turut serta.
Dalam perjalanan menuntaskan misi luar angkasa tersebut, pesawat yang mereka tumpangi menabrak kumpulan asteroid dan terdampar di planet berstatus karantika tingkat 1, yakni Bumi. Dengan seluruh kru pesawat mereka tewas dan menyisakan Cypher yang lumpuh dan Kitai, ayah dan anak tersebut harus bekerja sama demi bisa keluar dari planet mematikan tersebut. Terlebih seekor Ursa lepas berkeliaran siap memangsa.
Terlepas dari pembuka di atas, AFTER EARTH sepenuhnya berkisah tentang perjuangan ayah (Cypher) dan anak (Kitai). Keduanya yang bergesekan secara personal pada awalnya dihadapkan pada situasi ekstrim yang menuntut mereka bekerja sama. Tak sekadar esktrim lokasinya, namun keduanya seakan diputar balik posisinya. Cypher yang sebelumnya kuat dan tanpa takut kini lumpuh karena patah tulang kaki, sedang Kitai yang sebelumnya berada pada posisi serba dilindungi menjadi sosok yang menjadi penentu semuanya. Dengan kondisi semacam itu, tanpa disadari, sebenarnya keduanya telah mendapat jawaban atas gesekan personal mereka. Hanya pada saat itu keduanya belum menyadari.
Download Film
Part 1 (73Mb) --> Server (Tusfiles)
Part 2 (75Mb) --> Server (Tusfiles)

Subtitle Indonesia
Part 1 --> Server (Tusfiles)
Part 2 --> Server (Tusfiles)
 

Star Trek Into Darkness

 
Sumber Film : WEB
Rilis : 16 Mei 2013
Genre : Action | Adventure | Sci Fi
Pemain : Chris Pine, Zachary Quinto, Zoe Saldana

Kapten Kirk (Chris Pine) dan rekan-rekan kru U.S.S.Enterprise lainnya seperti Spock (Zachary Quinto) dihadapkan pada bahaya laten yang selama ini tak mereka sadari, konflik antar personal. Perbedaan prinsip serta etika dalam bertindak membuat mereka berselisih paham saat menyelesaikan misi penyelamatan di sebuah planet asing. Hasilnya, Starfleet menganggap keduanya menyalahi aturan dan memutuskan untuk memberi mereka hukuman. Keduanya lantas berpisah jalan.
Sembari keduanya berusaha menyelesaikan konflik internal, masalah lain datang dari seorang teroris bernama John Harrison (Benedict Cumberbatch). Dengan cerdiknya, Harrison berhasil meledakkan gedung penyimpanan arsip rahasia Starfleet yang penjagaannya sangat ketat. Hebatnya ia melakukan semua itu seorang diri. Teroris berparas dingin sekaligus mantan anggota Starfleet tersebut tak dinyana menewaskan beberapa petinggi Starfleet dalam sebuah serangan kejutan.
Kirk dan Spock, terlepas dari friksi di antara mereka yang belum usai, memutuskan untuk mengejar sang teroris hingga ke planet Kronos, tempat yang terlarang bagi Federasi manusia.
JJ Abrams mengambil keputusan tepat untuk mengembangkan sisi cerita dalam film sekuel ini. STID hadir dengan penuturan cerita yang lebih padat dibanding STAR TREK (2009). Tak hanya padat, naskah trio Roberto Oci, Alex Kurtzman, dan Damon Lindelof disunting dengan begitu rapi sehingga twist berlapis yang telah disiapkan dalam cerita tak akan tertebak oleh penonton.
Ensemble cast yang pas juga menjadi pendukung penting rapinya cerita dalam film dituturkan. Beberapa karakter baru sengaja dibuat dalam pola "abu-abu" untuk membuat penonton menerka-nerka apakah tokoh tersebut baik atau jahat. Penggarapan penokohan yang lebih rapi dan fokus ini adalah langkah yang tepat supaya STID tidak terjebak menjadi sekuel dengan banjir CGI mewah namun keropos dari sisi cerita dan penokohan.
Sang teroris John Harrison menjadi magnet utama dalam film. Penampilannya yang memang berkarakter (coba perhatikan parasnya) serta penokohannya sebagai manusia super adalah poin plus yang dimiliki film ini. Kehadirannya bahkan membuat beberapa kru Enterprise lainnya seperti teredam karisma seorang John Harrison. Untung saja pembagian porsi berimbang dari setiap kru Enterprise dalam adegan-adegan penting membuat mereka tak sepenuhnya tenggelam dalam cerita. Yang paling menarik untuk diperhatikan dalam film ini sejatinya adalah "persahabatan" antara Kirk dan Spock yang memang menjadi tulang punggung cerita.
 Download Film versi handphone
Bagian 1 (103Mb) -- Subtitle
Bagian 2 (90Mb)   -- Subtitle
Download Film versi Tablet
(287Mb) --> Subtitle
 
Support : Magzlovers | MOVIESANT | Tutorial Updates
Copyright © 2013. Movie Mobile - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Edit by Tutorial Updates
Proudly powered by Blogger